Mendengar nyanyian Kakek “Babendi-bendi”, Rio menjadi ingin naik bendi. Untuk itu mereka harus ke Bukittinggi. Alangkah senangnya Rio, karena di Bukittinggi tidak hanya pengalaman naik bendi yang didapatnya.
Para pengawal membuatkan bola dari daun bayur untuk Pangeran. Pangeran menginginkan bolah yang lebih besar, tetapi sayangnya daun bayur muda sudah habis. Pangeran nekad mencari sendiri ke tengah hutan. Kejutan apa yang menantinya di sana?
Kaka, si katak kecil, ingin keluar dari dasar rawa yang suram untuk mencapai bulatan biru di atas sana. Bisakah ia melalui rintangan yang menghadang? Apa saja yang akan ia temui sepanjang jalan?
Nesa baru saja pindah ke sebuah desa di Timur Sumba. Di sana, saat musim kemarau air sulit didapatkan. Biasanya Ibu yang mengambil air, tapi Ibu sedang sakit. Nesa memberanikan diri untuk mengikuti anak-anak di desa itu mencari air. Tempat mengambil air ternyata jauh sekali. Panas menyengat, debu, jalanan yang berbatu dan menurun terjal membuat Nesa begitu lelah. Apakah Nesa berhasil menjadi pe…
Hari ini aku harus berangkat ke sekolah sendiri. Ingatkah aku jalan menuju sekolah?
Rhea baru tahu Nenek Lintang akan menyumbangkan buku-bukunya. Jangan sampai buku-buku detektif Rhea terangkut juga. Nenek Lintang membolehkan Rhea mengambil buku-buku kesukaannya, tetapi Rhea harus membantu membereskan buku-buku dulu. Dapatkah Rhea melakukannya sebelum mobil pos tiba?
Listrik belum masuk ke kampung Nora. Setiap malam, Nora dan teman-temannya harus melewati jalan yang gelap. Seharusnya ada cara untuk membuat jalan lebih terang.
Seharusnya hari ini kapal perintis tiba di Pulau Miangas. Kapal itu membawa banyak barang, termasuk sepatu baru Ela. Namun, cuaca buruk membuat kapal terlambat datang. Aduh, apa yang harus Ela lakukan, ya?
Kolam ikan Kakek meluap! Eneng harus menangkap ikan-ikan yang hanyut ke sungai. Mengapa kolam ikan Kakek meluap?
Kak Risa hebat. Ia bisa melakukan apa saja. Ia juga tidak pernah menangis. Namun, suatu hari ia menangis juga. Kenapa, ya?