Text
Umar Bin Abdul Aziz: Sang Khalifah Zuhud
Secara fitrah, semua manusia ingin diperlakukan secara adil dan baik, siapa pun dia, baik muslim maupun nonmuslim. Di dalam Al-Qur’an Allah SWT telah berfirman tentang sikap adil tersebut, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Al-Maa’idah: 8)
Ketahuilah bahwa sosok yang sesuai dengan firman Allah itu ada pada diri Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Sungguh, saking adil dan sesuainya beliau dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. hingga beliau dijuluki sebagai Khufafaur Rasyidin kelima.
Dalam kurun waktu tak lebih dari dua setengah tahun kepemimpinannya, Umar bin Abdul Aziz telah berhasil menyejahterakan rakyatnya, memberantas korupsi, penyelewengan, sekaligus menegakkan keadilan dalam masyarakat.
Namun, sesuai dengan sebuah ungkapan, sebaik apa pun seseorang, pasti ada orang yang tidak menyukainya. Qadarullah, Khalifah Umar bin Abdul Aziz wafat diracun melalui konspirasi keluarganya sendiri. Akan tetapi, dengan kemuliaan akhlak beliau, justru beliau memaafkan budak yang membubuhi racun dalam makanan beliau lalu menyuruhnya pergi agar dia selamat. Semoga kisah sejarah ini dapat menginspirasi kita untuk menjadi generasi yang lebih baik dan lebih adil. Selamat mengambil ilmu dan hikmah dari kisah ini.
No other version available