Di puncak rezim yang penuh kekerasan, kisah ini bermula dari satu peristiwa: dua orang polisi memerkosa seorang perempuan gila, dan dua bocah melihatnya melalui lubang di jendela. Dan seekor burung memutuskan untuk tidur panjang. Di tengah kehidupan yang keras dan brutal, si burung tidur merupakan alegori tentang kehidupan yang tenang dan damai, meskipun semua orang berusaha membangunkannya.
Dalam hidup, ada masa di mana semua terasa runtuh-ketika kehilangan, kegagalan, atau tekanan hidup datang bersamaan, dan kita dipaksa berdiri meski nyaris tak sanggup. Penopang Harapan adalah kumpulan refleksi, kisah inspiratif, dan renungan yang lahir dari titik terendah, namun justru menemukan makna di sana. Buku ini tidak menggurui, melainkan menemani. la berbicara dengan suara yang tenan…